Media Sosial Mengurangi Rasa Self Love Di Kalangan Millenials #SelfLove - Beauty and Lifestyle Experience

April 24, 2019

Media Sosial Mengurangi Rasa Self Love Di Kalangan Millenials #SelfLove


Hai Gengs!! Pernah ga kalian merasa ga percaya diri atau mungkin sampai ngerasa useless? Kalau 'pernah', berarti tandanya kamu lagi ada di tahap krisis cinta sama diri sendiri. Eits, perlu di garis bawahi mencintai diri sendiri dengan narsis itu beda lho. Terus seberapa penting sih mencintai diri sendiri atau yang biasa disebut dengan campaign "Self Love"?

Sebelum masuk ke seberapa pentingnya Self Love, aku mau curhat-curhat sedikit nih pengalaman aku mengenai self love juga. FYI gengs, aku pernah merasakan ga cintai sama diri aku sendiri saat-saat aku sekolah. Kayak, "I feel I'm different with my family". Kenapa? Karena pertama keluarga aku itu rata-rata tinggi dan memiliki mata besar dan bulat. Karena hal itu pula, beberapa saudara aku kadang ada yang meledek aku karena aku (mohon maaf) pendek dan sipit. Kadang aku malah ngerasa "Apa gw anak pungut jangan-jangan". Rasa penasaran aku saat itu juga akhirnya aku keluarkan, dengan bertanya dengan Mama aku. Sampai akhirnya aku tahu kalau ternyata di silsilah keluarga aku juga ada yang pendek dan bermata sipit. Akhirnya aku merasa lega. Tapi ocehan keluarga tentang itu masih berlanjut, tapi akhirnya aku ngerasa "yaudahlah, gw kayak gini pun bukan pilihan gw dan ngapain gw harus ratapin, yang ada gw harus usaha biar tinggi". Hingga akhirnya aku ikut basket dan menemukan kelebihan aku yang lain.

Lewat acara Duraskin yang diadakan di Duraskin Center, Jalan Kaji, Jakarta Pusat pun aku dapat banyak banget pelajaran. Termasuk bagaimana cara mengatasi self love yang kurang di dalam diri kita. Bagaimana cara mengatasi krisis kepercayaan sendiri. 




Dengan pembicara psikolog Dr. Henny Wirawan, disini aku ngerasa beruntung banget bisa deep talk dengan beliau mengenai krisis self love yang belakangan ini sering banget terjadi sama perempuan millenials. 

Why I Said Like That ?

Kenapa aku bisa bilang belakangan ini perempuan millenials mengalami krisis self love? Karena jujur aja belakangan ini aku sering bareng kedatangan curhat dari orang sekeliling aku, bahkan reader aku yang membuat aku menyimpulkan "Kenapa sih cewek jaman sekarang jadi kebentuk untuk menjadi cantik yang stereotype (instagram)?" 

Hai gengs, cantik itu ga harus mirip kayak Raisa kok atau Isyana. You can be your self, and get your true beauty as you are. Kadang aku jadi sedih kalo denger curhatan seperti itu. Dan, aku pun jadi sadar kalau selama ini sosial media itu membentuk diri kita untuk menjadi cantik seperti apa yang kita lihat di instagram. Dikesempatan kali ini pun akhirnya aku nanya-nanya ke Dr. Henny. 

Bagaimana agar kita mencintai diri kita sendiri, dan tidak memaksa diri untuk menjadi stereotype sosial media?

Menurut Dr. Henny, kita sebagai pengguna sosial media harus bijak dalam menyikapi apa yang kita lihat di sosial media. Jika perlu, batasi diri dan waktu dalam bersosial media karena durasi ini juga turut berperan dalam membentuk unconsious atau alam bawah sadar kita. Yes, bener banget kalau misalnya ada yang bilang sosial media adalah toxic. 

Bahkan menurut Heather Silvestri, seorang psikolog dari New York, 'sosial media memiliki dampak yang sangat buruk bagi kepercayaan diri dan identitas seseorang'. Sadar atau tidak sosial media membuat manusia menjadi mirip satu dengan yang lainnya. Kenapa? Karena beberapa individu belum mampu dewasa dalam menyikapi sosial media dan tidak mencoba untuk menjadi original. Mereka belum melihat kelebihan diri mereka sendiri dan mencoba menjadi diri mereka. 

**Source : pinterest

What we need to out from the anxiety dan mencintai diri kita sendiri ?

Selain mengurangi penggunaan sosial media dan bijak dalam menggunakannya, tentunya kamu juga harus balance dengan hubungan sosial secara offline atau sering-seringlah bertemu dengan teman-teman atau orang baru di dunia real. Berinteraksilah dan lupakan handphone kamu sejenak, karena sekali buka handphone untuk update status aja udah bisa bikin kamu ketagihan untuk scrolling timeline kamu apalagi ada influencer favorite kamu baru update. Percayalah kamu ga akan mati karena ga buka instagram 2 jam aja. 

Dengan intensitas pertemuan secara real yang seimbang dengan penggunaan sosial media, mudah-mudahan kita juga bisa mengcompare diri kita, bahwa cantik itu ga harus seperti para influencer yang ada di instagram kok. But, yas karena kamu pasti memiliki kelebihan di dalam diri kamu, kamu juga harus menjaga apa yang telah kamu miliki. Treat your self like a princess, and you will get your beauty as you are. Karena cantik dari hati, dan merawat apa yang kita miliki pasti akan terlihat cantik juga di mata orang lain. :)

Kalau menurut kalian gimana nih cara mengatasi kisis self love? komen yaaa..


Keep in touch with me :

No comments:

Post a Comment